Rabu, 12 Juli 2023

Aku MilikMu

Bila engkau tulus mencintai seseorang engkau akan memberikan dirimu secara utuh dan penuh. Dan kau bisikan "Aku milikmu, aku milikmu".

Bila engkau mencintai Allah, katakanlah dengan tulus dan lemah lembut :

"Hamba milikMu, milikMu, milikMu, hamba rela. Karena sesungguhnya memang milikMu secara utuh dan penuh.
Seluruhnya Engkau Ya Allah. Memilikiku sejak awal sampai akhirku. MilikMu sejak dulu, sekarang, dan akan datang.

Allah, Allah, Allah. Segala gerak gerikku milikMu. Segenap Cinta, Kebaikan, Amal Sholeh adalah milikMu. Sedangkan segenap Kelalaian, Keburukan, Kejahatan, Kekufuran, Kefasikan, dan Keangkuhan serta Kenistaan adalah milikku.
Aku rela Engkau Ya Allah menjadi Tuhanku, Islam Agamaku, dan aku rela Muhammad sebagai Nabi dan Rasulmu.

Ya Allah Tuhanku, tambahkanlah ilmuku. Berilah hambaMu rezeki berupa kepahaman dan jadikan aku masuk golongan orang yang sholeh".

Aamiin..

Share: 

Senin, 10 Juli 2023

Falsafah Pangkon

Dalam aksara Jawa penggunaan PANGKON adalah untuk mematikan huruf hidup di akhir kata.

FALSAFAH PANGKON itu tentang bagaimana kita kembali pada fungsi atau bagaimana kita menempatkan diri. Tugas dan fungsi sebagaimana mestinya, dijalani tanpa lagi memikirkan kepentingan diri.

FALSAFAH PANGKON, jelas sekali, membutuhkan kebesaran hati. Orang yang tidak memiliki kebesaran hati akan selalu merasa sulit bahkan menolak menjadikan diri bermanfaat bagi orang lain. 

Mengapa aku lagi, mengapa harus aku, bagaimana dengan urusan pribadiku, dan lain sebagainya, menjadi berbagai alasan untuk menghindar memikul suatu tanggungjawab.

FALSAFAH PANGKON juga bukan tentang sekadar berani bertindak, tapi merupakan proses yang diawali berdamai dengan diri sendiri. Maka dalam ungkapan jawa "Yen dipangku mati".
Membutuhkan fase untuk menjinakkan diri sendiri, hingga diri ini menjadi lebih fleksibel dan siap untuk berbagi dan memberikan jerih payah terbaik demi manfaat dan kebahagiaan orang lain.

Semoga yang sedikit ini Bermanfaat.
Share: 

Minggu, 09 Juli 2023

Materialisme Dialektika Cinta


Cinta merupakan bentuk kecil dari materialisme Dialektika dimana materi berubah menjadi Ide.

Dari Mata Turun Ke hati ungkapan lazim tapi penuh makna dan rasa ketika panah asmara menghujam tak seorangpun yang luput dari deritanya.

Cinta bukan cuma soal janji dan kesetiaan, dia tumbuh bersama perasaan yang tiada ujung
Cinta bukan soal teori dan prasangka ia adalah fenomena alami yang tak terjelaskan.

Rasa sayang tumbuh tak mengenal siapa dia hanya muncul bersama kenyamanan.
Tak peduli betapapun sulitnya untuk sekedar melepas cinta.

Pengorbanan jiwa bukan persoalan besar untuk sebuah hasrat yang menggebu gebu, ketika penghianatan merusak bunga yang sedang mekar belati tajampun tak terasa menembus kulit.
Share: 

Senin, 02 Mei 2022

Ternyata kita keliru

Kita melihat hidup orang lain begitu nikmat, Ternyata ia hanya menutupi kekurangannya tanpa berkeluh kesah..
Kita melihat hidup teman-teman kita tak ada duka dan kepedihan, Ternyata ia hanya pandai menutupi dengan mensyukuri..
Kita melihat hidup saudara kita tenang tanpa ujian, Ternyata ia begitu menikmati badai ujian dalam kehidupannya..
Kita melihat hidup sahabat kita begitu sempurna, Ternyata ia hanya berbahagia “menjadi apa adanya”..
Kita melihat hidup tetangga kita beruntung, Ternyata ia selalu tunduk pada Tuhan untuk bergantung..
Maka Kita merasa tidak perlu iri hati dengan rejeki orang lain..
Mungkin Kita tak tahu dimana rejeki kita.. Tapi rejeki kita tahu dimana diri kita..
Dari lautan biru, bumi dan gunung, Tuhan telah memerintahkannya menuju kepada kita…

Tuhan yang Maha pengasih menjamin rejeki kita, sejak 9 bulan 10 hari kita dalam kandungan ibu kita ...
Amatlah keliru bila berkeyakinan rejeki dimaknai dari hasil bekerja/berusaha. Karena bekerja adalah ibadah, sedang rejeki itu urusan-Nya..

Melalaikan kebenaran demi menghawatirkan apa yang dijamin-Nya, adalah kekeliruan berganda..
Manusia membanting tulang, demi angka-angka pendapatan dan simpanan gaji, yang mungkin esok akan ditinggal mati..
Mereka lupa bahwa hakekat rejeki bukan apa yang tertulis dalam angka, tapi apa yang telah dinikmatinya..

Rejeki tak selalu terletak pada pekerjaan kita, sang Pencipta menaruh berkat sekehendak-Nya..
Dan yang tidak boleh dilupakan, tiap hakekat rejeki akan ditanya kelak..
“Darimana dan digunakan untuk apa” 
Karena rejeki hanyalah “Hak Pakai”, bukan “Hak Milik”… Jangan lupa menjadi Berkat bagi orang lain ...
Share: 

Selasa, 04 Januari 2022

2595 Day.


Jujur semenjak hari itu, tak ada yang bisa aku tuliskan dan katakan kepadamu kecuali kata "Terima Kasih, dan Maaf".

Aku merasakan seolah-olah tak pernah terjadi yang namanya perpisahan. Tak pernah hilang satu haripun bayangmu dalam pikiranku.
Kita berproses, kita tumbuh hingga tiba pada hari ke 2595 dari hari dimana kita mendapatkan legitimasi dari semesta, bahwa kita adalah 2 insan yg saling mencintai.
Iya, 2 insan yang saling mencintai, namun tidak untuk dipersatukan.

Terimakasih dan maaf untuk semua perasaan ini
Terima kasih kamu sudah menjadi salah satu bagian proses pendewaaaanku.
Juga terima kasih karena kamu sempat menjadi salah satu kebahagian yg aku harapkan berujung sempurna.
Meskipun tidak demikian.

Dan sekali lagi, maaf.
Karena mungkin kamu sempat terbebani dengan rasa yg aku tempatkan ke kamu.
Rasa yg mungkin sempat aku sematkan dalam setiap perjumpaanku dengan tuhan.

Apakah aku akan berubah setelah ini?
Tidak. 
Aku tidak akan berubah hanya karena akhirnya tidak sesuai dengan harapanku.
Kamu berhak bahagia dengan pilihanmu.

Perihal rasa dan perasaan,
Biarkan itu menjadi tanggung jawabku. Hari ini aku merasakan puncak dari sebuah Kebahagian.

Semoga kamu bahagia,
Semoga itu selamanya.
Sakinah ya dek.

Magelang
Selasa, 4 Januari 2022.


Share: